La Galigo, Now and Then

There are so many things that could happen as the time goes by, and changes can’t be avoided. As an ancient manuscript, La Galigo has experienced a lot of different things through ages. Then and now, what happened to La Galigo? Then Hundreds of years ago, many Buginese people considered La Galigo as a sacred […]

La Galigo as Memory of The World: Pengakuan UNESCO untuk Indonesia

Penasaran, mengapa La Galigo dikategorikan oleh UNESCO sebagai Memory of The World? Yuk baca tulisan Fitria Sudirman untuk lebih mengetahui seluk-beluk penghargaan terhadap kebudayaan ini!  Suatu dokumen warisan bernilai universal memang sudah sepantasnya dihargai dan dilindungi. Kita tidak mau kan peninggalan-peninggalan sejarah suatu bangsa raib, entah kemana rimbanya. Padahal peninggalan-peninggalan tersebut bisa menjadi salah satu […]

Bule-Bule yang Kepincut La Galigo: Thomas Stamford Raffles

Thomas Stamford Raffles (6 Juli 1781 –  5 Juli 1826) Dunia tidak akan pernah mengenal La Galigo jika tidak melalui Raffles. Yup, meskipun sang Gubernur Jendral Inggris untuk Hindia Belanda ini tidak pernah menulis buku khusus ataupun meneliti lebih jauh perihal La Galigo, di dalam bukunya yang berjudul  “History of Java”  untuk pertama kalinya Ia memperkenalkan […]

Yang Tersisa dari Mutiara Tompoq Tikkaq

Kalau saja seluruh kisah cinta keturunan Batara Guru (mulai dari Batara Lattuq yang dalam episode Mutiara Tompoq Tikkaq berlayar untuk menemukan tambatan hati yang belum pernah Ia lihat sekilas pun wajahnya) dijadikan buku atau film… Twilight bakalan lewat!!! Niscaya yang diteriakkan remaja gadis hari ini bukan lagi “EDWAAARD!!! JACOOOB!!!” melainkan “BATARA LATTUQ!!! MARRY MEEE…”. Apa […]

Keris Bugis, Menginspirasi Keragaman Nusantara

Sekitar jam 10 pagi, saya dan Fitria menyelinap keluar dari Wisma Handayani di Jalan RS Fatmawati Jakarta Selatan untuk mencari taksi ke arah Jakarta Pusat. Sejak kemarin kami menginap di wisma tersebut guna membantu proses seleksi tahunan pertukaran pelajar ke Amerika Serikat di bawah program Youth Exchange and Study (disingkat YES). Suatu kehormatan bagi kami […]

Ribetnya PDKT dengan La Galigo

Siang hari yang terik di bawah naungan Baruga Universitas Hasanuddin, Makassar. Angin yang bertiup sepoi-sepoi ternyata belum mampu untuk menahan keringat yang mengalir deras membasahi dahi dan punggung kami. Pasca Dhuhur,  saya dan rekan Setia Negara duduk termangu menunggu kepastian di depan gedung rektorat universitas berlambang ayam jantan tersebut. Untuk apa saya yang melanjutkan pendidikan di […]

Review Buku “Ritumpanna Welenrennge” F. Ambo Enre

Jarang sekali ada anak muda abad 21 yang tertarik untuk membaca buku ini. Hmm… Melihat judul dan ketebalan halamannya aja udah bikin males. Apalagi bahasannya yang terkesan jadul, jelas bukan topik ringan yang bisa dijadikan bacaan sebelum tidur atau sembari nungguin bus di halte. Apa sih yang membuat buku ini menarik untuk dibaca? Melestarikan kebudayaan […]

Bule-Bule yang Kepincut La Galigo: B.F. Matthes

B. F. Matthes (16 Januari 1818 –  9 Oktober 1908) Siapa sangka manuskrip La Galigo yang terlengkap di dunia ternyata diselamatkan oleh seorang misionaris dari negri Van Oranje? Benjamin Frederik Matthes adalah seorang lulusan Sastra Semitik dan Teologi Universitas Leiden. Ia lulus pada tahun 1836 dengan predikat cum laude, kemudian melanjutkan pendidikannya di Seminari Lutheran, […]

Kisah La Galigo dalam Tiga Paragraf

Banyak yang penasaran dengan cerita yang dikisahkan dalam La Galigo. Namun berhubung tidak banyak terjemahan yang tersedia (serta belum lengkapnya usaha para ahli untuk menerjemahkan 12 volume manuskripnya), hanya sedikit yang mengetahui inti cerita naskah terpanjang di dunia ini. Di sini kami berusaha untuk merangkum ke-300.000 baris teksnya ke dalam tiga buah paragraf untuk Anda, […]