Datu Museng, Riwayatmu Kini…

Banyak hal menarik yang bisa dituliskan tentang Kota Makassar, dengan melihat dan mengamati hal yang kecil dan sederhana atau yang mungkin sebagian orang belum mengetahuinya. Kali ini saya akan membahas tentang Datu Museng dulu dan Datu Museng sekarang. Ada yang melekat dan tak bisa terpisahkan dari sosok ini. Nama Datu Museng terkenal melalui kesenian tradisional […]

Ssst… Hanya Ada Boontjes di Belanda!

Rekan kita Louie Buana yang sedang belajar di negeri Belanda punya cerita seru tentang sejenis kacang-kacangan yang merubah dunia. Penasaran? Yuk simak kisahnya! Selama beberapa bulan pertama di Leiden, saya dan teman-teman penerima beasiswa Encompass dari Leiden University diwajibkan untuk mengikuti kelas Bahasa Belanda. Setiap hari (kecuali hari rabu dan weekend) kami berkuliah di gedung […]

Mencari Referensi tentang La Galigo

Sejak berdiri pada akhir tahun 2011 lalu, Lontara Project telah banyak sekali menerima pertanyaan yang sama dari para pembaca setia maupun dari orang-orang yang sekedar penasaran dengan La Galigo. Setelah La Galigo diakui oleh UNESCO sebagai Memory of The World, dalam sekejap berbondong-bondong pemuda Indonesia bertanya-tanya akan nasib karya sastra ini. Liputan-liputan di televisi, tulisan-tulisan […]

Masih Ada Harapan Untuk Pusaka di Indonesia

Pada bulan April, Lontara Project bekerja sama dengan berbagai institusi di tiga kota di Indonesia (Jakarta, Jogjakarta dan Makassar) merayakan World Heritage Day untuk kedua kalinya. Tahun lalu, bekerja sama dengan BPPI dan alumni Heritage Camp 2013, Lontara Project merayakan World Heritage Day di lima kota di Indonesia secara serentak. Meskipun ruang lingkupnya tak seluas […]

Peradaban yang Hilang di Sekitar Bumi Manakarra

Bumi Manakarra yang berarti Bumi Pusaka yang Sakti merupakan julukan yang dimiliki oleh Mamuju, sebuah daerah di Sulawesi Barat. Mamuju dulunya dikenal sebagai salah satu kerajaan yang masuk ke dalam persekutuan Mandar. Keunikan Mamuju sebagai tempat bertemunya kebudayaan pesisir “Pitu Baqbqana Binanga” dan kebudayaan pegunungan Toraja “Pitu Ulunna Salu” membentuk sejarah yang panjang. Masih banyak […]

Dari Masa Lalu untuk Masa Depan Indonesia

Sejak ratusan tahun lalu, suku-suku di Nusantara telah bersinggungan dengan bangsa Belanda, yang telah memberi mereka sentuhan dengan perkembangan modern. Dampak revolusi industri, Perang Dunia I dan Perang Dunia II juga telah ikut mempengaruhi suku-suku bangsa di Nusantara berkat hubungan dengan bangsa Belanda. Namun kemudian revolusi terjadi, darah tertumpah dan abad pun telah berubah, baik […]

Lontara Project Goes to The Netherlands Part III – Berziarah ke Makam Matthes

Sabtu, 21 Desember 2013 Agenda tim Lontara Project pada hari kelima adalah berziarah ke makam Benjamin Franklin Matthes di Den Haag. Hari itu pukul 11.00 pagi tim Lontara Project ditemani dengan Prof. Sirtjo Koolhof, ibu Betty Litamahuputty (peneliti berdarah Belanda-Mamasa-Jawa-Maluku), dan Sunarti Tutu (seorang warga Indonesia asal Maros yang telah menetap di Belanda) menziarahi sebuah […]

Cerita Silat Bersambung “Lompat Kiri Tampar Kanan” Episode XI – Kelabang, Merak & Muscle

Bab IX Bagian 4: Kelabang Nyeb’rang, Merak Ngigel  Sesuai dengan namanya, kedua langkah ini diinspirasi dari binatang. Dalam Pencak Silat, banyak sekali nama perguruan dan nama jurus–jurus yang diambil dari nama binatang, ini karena leluhur- leluhur kita banyak juga belajar dari memperhatikan alam. Tidak asing bila dalam beberapa sejarah dan hikayat perguruan silat tertentu disebutkan: […]

Lontara Project Goes to The Netherlands Part II – Ketika Batara Guru Turun di KBRI Den Haag

Jumat, 20 Desember 2013 Malam itu auditorium Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, pusat pemerintahan Kerajaan Belanda, penuh. Di luar dugaan, undangan terbuka yang tadinya diperkirakan hanya akan memuat 75 – 100 orang, ternyata membludak. Udara dingin di luar sana seakan tidak menyurutkan langkah mereka yang penasaran untuk hadir dan menyaksikan pertunjukan kami. PPI […]

Lontara Project Goes to The Netherlands Part I – Menyapa NBG 188 dan NBG 189

Rabu, 18 Desember 2013 Pagi itu Leiden dingin membeku. Angin musim dingin yang bertiup di belahan bumi utara menggigiti kulit-kulit kami. Tubuh tropis kami jelas tidak biasa disapa oleh iklim khas Eropa. Meskipun sudah jam 10 pagi, akan tetapi mentari seakan enggan untuk membuka kelopak matanya. Orang-orang berlalu-lalang mengenakan pakaian tebal, penutup kepala dan sarung […]