Categories
Featured Kareba-Kareba

HERITAGE CAMP 2013

Apakah kamu peduli akan pelestarian budaya lokal?

Punya wawasan luas dan ide kreatif tentang konservasi budaya?

Bergabunglah bersama puluhan pemuda Indonesia lainnya dalam Heritage Camp 2013!

 

Melalui kegiatan ini, kamu akan berdiskusi dan menjalani sesi workshop dengan pembicara-pembicara ahli dalam hal konservasi kebudayaan. Selain itu, kamu juga akan mengunjungi situs-situs bersejarah yang ada di Yogyakarta dan melakukan praktek lapangan tentang konservasi budaya. Dalam kegiatan ini, kamu juga akan tinggal di Pondok Pemuda Ambarbinangun – cagar budaya yang semula adalah kompleks peristirahatan milik Keraton Yogyakarta.

SEGERA UNDUH FORMULIR PENDAFTARANNYA

heritagecamp2013.blogspot.com

Acara ini diselenggarakan oleh LONTARA (La Galigo for Nusantara) Project dan didukung sepenuhnya oleh American Council dan Yayasan Bina Antarbudaya.

Categories
Featured Galigoku

Hidup Dari dan Untuk Budaya

Kemarin, setelah sekian lama tinggal di Bandung, dalam  suatu kesempatan yang sangat random dalam hidup, akhirnya saya berhasil juga mengunjungi dua tempat yang sudah sangat sejak lama ingin saya kunjungi  namun belum pernah kesampaian : Museum Geologi dan Saung Aklung Udjo.

Pertunjukan Wayang Golek

Walau kesannya katrok, saya tidak peduli. Bagaimana pun, saya cukup berbahagia mengunjungi Museum ketimbang bersenang-senang di Pusat Perbelanjaan. Cuman, mungkin karena terlalu banyak orang, saya jadi kurang menikmati, selain karena tugas utama saya adalah untuk mendokumentasikan kegiatan. Tetapi saat kami tiba di Angklung Udjo, semuanya berubah. Ditemani sebatang es lilin, awalnya saya hanya melihat-lihat suvenir yang tersedia di shop sebelum kami memasuki area panggung utama. Banyak yang unik-unik, tapi harganya agak mahal *bagi orang-orang yang pernah merasakan shopping experience di Jogja. Ternyata para mahasiswa asing yang kami temani juga seiya-sekata.

Setelah dibagikan sebuah kalung angklung kecil sebagai tanda telah membeli tiket masuk dan sebuah brosur mini yang bisa digunakan untuk mengambil konsumsi sebelum pertunjukan dimulai, kami duduk di sebuah tribun sederhana yang disusun membentuk huruf U mengitari panggung. Dibuka oleh dua orang MC cantik, kami disuguhi instrumen-instrumen ringan dari alat musik tradisional Sunda seperti gamelan, gong dan lain sebagainya. Saya membayangkan ada tempat seperti ini di setiap daerah di Indonesia. Sumatera hingga Papua, bukankah negara kita begitu kaya akan budaya? Saya jadi iri, kenapa Makassar tidak memiliki arena pertunjukan tradisional seperti ini.

Singkat kata, hingga beberapa jam kedepan, indera kami dimanjakan oleh kemampuan para pengisi acara yang atraktif dan memiliki segudang skill. Dari yang paling ingusan, yang usianya masih 2 tahun, hingga yang sudah dewasa. Kami tertawa melihat aksi para seniman-seniman cilik ini. Walau masih kecil mereka tak bisa dipandang sebelah mata.

Setelah tiga pertunjukan, muncul sosok yang saya nanti-nantikan. Kang Daeng Udjo. Perawakannya kecil, tapi saya rasa karakternya dan namanya telah memenuhi harapan para penonton. Siapa yang tak kenal, penerus Kang Udjo, maestro Angklung yang telah mengangkat alat musik khas Sunda ini mendunia. Daeng Udjo pun telah menggemakan nyaring bambu itu di Amerika, melahirkan rekornya sendiri dalam memimpin sekitar 5000 orang agar bermain angklung secara massal. Tahun depan, katanya, akan bermain di Cina, memecahkan lagi rekor untuk kedua kalinya. Subahanallah.

Saya kini tahu, bagaimana orang-orang hebat ini dikenal : Habiburrahman El Shirazy, Andrea Hirata, Butet Manurung, Daeng Udjo. Bukan penampilan fisik yang mereka bawa, tapi sesuatu yang maha penting yang terbentuk di kepala mereka. Tekad seteguh gunung, mimpi setinggi langit di angkasa. Caranya pun berbeda-beda, namun masing-masing dari mereka telah menggoreskan sejarah, khususnya bagi bangsa Indonesia. Kita bangga memiliki mereka, tapi bukan berarti garis itu putus hanya sampai di sekedar bangga saja. Harus ada tunas-tunas sejarah baru, baik dalam bidang budaya, kemanusiaan, agama, seni kreatif, apapun itu!

Kang Daeng Udjo

Sekali lagi saya iri, sekaligus senang. Agak sesak, kapan anak muda Indonesia memenuhi bangku penonton di panggung pertunjukkan budaya yang apik seperti ini. Seperti Saung Angklung Udjo dan orang-orang yang bergelut di dalamnya. Daeng Udjo dan para puteranya yang semangat melestarikan kearifan lokal dalam seni bermusik. Minggu depan giliran Jerman negeri yang akan mereka sambangi.

Hidup dari dan untuk budaya. Kuru sumangeq!

Categories
101 La Galigo Featured Liputan

Lontara Project Goes to Selayar II – Pulau Warisan La Galigo

Selama ini banyak yang bilang kalau tokoh-tokoh semacam Sawerigading, Batara Guru maupun We Cudai hanyalah khayalan  yang hidup dalam mitos La Galigo. Adapula yang benar-benar yakin akan keberadaan mereka, bahkan sampai-sampai merunut silsilah mereka hingga ke nama-nama yang disebutkan barusan. Salah satu penentu apakah seseorang benar-benar pernah hidup di muka bumi ini ialah keberadaan makamnya. Nah, kali ini ada cerita menarik dari Pulau Selayar mengenai makam We Tenri Dio, putri Sawerigading. Wah, ketika daerah lain di nusantara tidak memiliki situs makam yang berhubungan dengan tokoh-tokoh dalam La Galigo, Selayar nun jauh di ujung selatan jazirah Sulawesi justru menyingkap probabilitas eksistensi salah satu karakter dari epos besar ini. Penasaran? Yuk, kita simak liputannya!

 

Flyer di atas merupakan hasil reportase Mahasiswa KKN-PPM UGM di Kepulauan Selayar Angkatan Pertama (2012) demi kepentingan promosi wisata dan pelestarian situs-situs sejarah.

Wahyu Putri Kartikasari, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada bagian Hukum Pidana. Saat ini tengah  berjuang merampungkan studinya. Gadis kelahiran Magelang yang memiliki hobi minum kopi, makan es krim dan jalan- jalan ini juga merupakan seorang pecinta pantai dan pecinta kucing.

Yoshua Rendra, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Pemuda Bantul kelahiran 1991 ini pernah  menghabiskan masa kecilnya di Papua. Tidak banyak bicara, Yoshua senang jalan-jalan, makan dan nonton film.