Categories
I UPS! La Galigo Lontara Project

I Preserve La Galigo: Tag Us Your Supports! Week #1

Bastian Hidayat, JakartaThomas Peter, MadiunAnti, Makassar. Magfirah, MakassarAndre Marshall, Jakarta

 
Andre Marshall, Jakarta

“Sangat senang bisa menjadi bagian dari usaha pelestarian budaya dengan format muda seperti ini. I UPS! LA GALIGO!”

Bastian Hidayat, Jakarta

 “Saya tahu tentang La Galigo sejak beberapa tahun lalu, ketika La Galigo dikupas di @Ubud Writers Festival. Dari sana saya mulai cari2 info soal La Galigo. Sesuatu yang sangat membahagiakan apabila kemudian ada proyek ini, semoga menjadi langkah awal dalam membangkitkan kembali semangat-semangat hidup yang dalam La Galigo, dan juga warisan leluhur lainnya tentu. La Galigo For Nusantara, rocks!”

Magfirah, Makassar

“Totally supported this culture! Ciayo!”

Anti, Makassar

“Go Lontara Project!”

Thomas Peter, Madiun

“La Galigo! I’m so proud of Indonesia, with the diversity of cultures, peoples, and beliefs. I hope that this program could increase the awareness of young Indonesian specifically & Indonesian people in general regarding our culture & heritage. Go La Galigo Go!!!”

AYO, TAG FOTO KAMU DI FACEBOOK LA GALIGO FOR NUSANTARA ATAU MENTION KAMI DI TWITTER @lontaraproject! SIAPA BILANG MELESTARIKAN BUDAYA ITU SUSAH? GILIRAN GENERASI MUDA YANG PUNYA CERITA 🙂

Categories
Featured I UPS! La Galigo

I Preserve La Galigo: Tag Us Your Supports!

Cynthia Masitha, Jakarta.Noor Ridha Widiyani, Bandung.Santrio Basri, Palembang.

Setelah launching tanggal 31 Desember 2011 kemarin, banyak yang bertanya-tanya kepada Team Lontara Project: “gimana sih cara berpartisipasi dalam proyek ini?”. Sebenarnya simple, cukup dengan menceritakan dan mengabarkan La Galigo sebagai national heritage bangsa Indonesia kepada orang tua, saudara, paman, bibi, sepupu, keponakan, kakek, nenek, tetangga, dan teman-teman dimana saja, kalian sudah tergolong berpartisipasi dalam proyek kami.

Apalagi jika kalian menarik perhatian masyarakat luas dengan menggunakan kaos-kaos Lontara Project (WARNING: ini bukan bagian dari usaha mencari duit bagi kami!), memutar musik-musik hasil kreatifitas Team La Galigo Music Project, atau dengan share link artikel-artikel di web ini ke facebook atau twitter kamu. Nah, satu terobosan lagi yang dapat kamu lakukan adalah: Mengirimkan foto kepada kami!

Foto? Yup! Bagi kalian yang suka mengekspresikan diri di depan kamera, ayo tunjukkan dukungan kepada Lontara Project melalui foto diri kalian! Tag atau mention kami via facebook dan twitter foto-foto kalian yang sedang memegang kertas bertuliskan “I UPS! LA GALIGO” atau “I PRESERVE LA GALIGO” dengan keterangan berisi nama, asal daerah, dan testimoni  mengenai La Galigo atau Lontara Project di judul fotonya. Setiap minggunya kami akan memajang foto-foto dan testimoni kalian di web ini 🙂 Gampangkan? Dengan menyatakan dukungan lewat foto dan testimoni, kalian telah membantu menyelamatkan epos terpanjang di dunia!

Berikut ini beberapa foto dari teman-teman kamu yang sudah duluan ikut di dalam kegiatan “I UPS! LA GALIGO”.

Noor Ridha Widiyani, Bandung.

 “Pas pertama dengar La Galigo ini masih bingung tapi amaze betapa banyaknya budaya asli yang belum dikenal oleh anak-anak muda. Jadi aku dukung proyek ini 100%. Semoga La Galigo ini jadi stepping stone untuk program-program budaya lain dengan pasar anak muda. Lontara Project, count me in :D”

Cynthia Masitha, Jakarta.

 “Aku udah pernah dengar tentang La galigo sebelumnya tetapi masih jarang banget aku dengar ada gerakan anak muda yang mengembangkan kecintaan pada La Galigo ini. Makanya, waktu diajak dukung program ini, aku setuju banget! Kapan lagi kita bisa mencintai kebudayaan sendiri kalo gak dimulai dari sekarang?”

Santrio Basri, Palembang.

 “Indonesia is great. Bukan saatnya lagi generasi muda hanya tau bahwa banyak “harta karun” (warisan leluhur) kita yang ditinggalkan, tetapi juga harus membuat suatu perubahan dan meningkatkan kesadaran akan hal ini. Come on, guys! We definitely need to wake up! Do something!”

Kami menunggu partisipasi Anda 🙂 Sedikit narsis untuk menyelamatkan kekayaan budaya Indonesia!

Categories
Featured Kareba-Kareba

Invitation: Pelatihan masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Yogyakarta, 2012)

Bagi teman-teman yang peduli dengan budaya… Yuk manfaatkan waktu liburan kalian dengan ikut pelatihan ini! Silakan check postingan berikut bagi yang berminat 🙂 Dua pendaftar pertama melalui Lontara Project bakal free-charge lho!

MADYA merupakan singkatan dari Masyarakat Advokasi Warisan Budaya, didirikan pada tanggal 9 Januari 2009 di Yogyakarta, oleh para generasi muda yang prihatin dengan perlakuan diskriminatif bangsa ini terhadap warisan budaya bangsanya sendiri. Berawal dari aktifitas pengrusakan situs Trowulan oleh oknum-oknum yang bernaung dalam Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, dengan dalih penyelamatan situs dan membangun Museum Pusat Informasi Majapahit (PIM). Ditambah bahwa persoalan-persoalan pengrusakan, pencurian, penghancuran situs, termasuk Harta Karun Bawah Laut, bukanlah merupakan kasus yang pertama kali terjadi. Tetapi kejadian ini telah berlangsung sejak lama dan terjadi di berbagai penjuru tanah air Indonesia tanpa ada keseriusan dan komitmen untuk menanganinya. Bahkan, karya budaya yang nyata-nyata merupakan hasil karya dari nenek moyang, yang secara geografis hidup di bumi Indonesia ini, diklaim milik negara lain, dibiarkan begitu saja. Keprihatinan-keprihatinan inilah yang kemudian menguatkan tekad untuk dibentuk sebuah wadah sebagai wahana mengkonsolidasikan diri untuk kegiatan-kegiatan advokasi terhadap warisan budaya.

Disadari bahwa dunia advokasi dalam upaya penyelamatan dan pelestarian warisan budaya merupakan hal yang baru. Untuk itulah dibutuhkan satu langkah strategis dan nyata mewujudkan hal tersebut melalui upaya pengembangan kapasitas dimulai dengan kegiatan PELATIHAN ADVOKASI WARISAN BUDAYA.

Diharapkan, dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat memahami advokasi dan teknik atau strategi kerjanya serta manfaatnya bagi kebijakan maupun penyadaran publik.

Adapun kegiatan akan dilangsungkan pada:
Hari : Jumat – Sabtu
Tanggal: 10 – 11 Februari 2012
Tempat: Wism Yakes Kaliurang – Yogyakarta
TERBUKA UNTUK UMUM

Pendaftaran dapat dilakukan melalui
Sekretariat MADYA:
Jl. Adisucipto, Ambarrukmo RT.07 RW.03 No. 377 (Kampung di depan Ambarrukmo Plasa), Catur Tunggal, Depok, Sleman – D.I. Yogyakarta 55281

atau email:
madyaindonesia@yahoo.com; advokasiwarisanbudaya@gmail.com dan di cc ke: ika.junita.kartikasari@gmail.com

Pendaftaran paling lambat tanggal 7 Februari 2012.
dengan biaya sebesar: Rp. 100.000,- (Seratus ribu rupiah)

Bagi yang tidak dapat membayar full, Panitia menyediakan Subsidi dalam 3 Kategori yaitu:
1. Membayar 75 % atau Rp 75.000,-
2. Membayar 50 % atau Rp 50.000,-
3. Membayar 30 % atau Rp 30.000,-
Peluang subsidi dapat diakses dengan mengirimkan permohonan mendapatkan subsidi atau keringanan biaya termasuk besaran yang diharapkan. Keputusan diterima atau tidaknya akan disampaikan oleh panitia melalui email berdasarkan pertimbangan yang rasional.

Fasilitas:
1. Makan dan Snack
2. Materi Pelatihan
3. Penginapan
4. Sertifikat

Jadwal Acara:
1. Perkenalan dan Membangun Komitmen Bersama Peserta
2. Pengertian Advokasi
3. Langkah dan Strategi Advokasi
4. Peraturan dan Kebijakan Pelestarian Warisan Budaya
5. Studi Kasus
6. Praktek Simulasi Advokasi Warisan Budaya
7. Sharing Permasalahan
8. Evaluasi dan Penutup

PS: TERBATAS HANYA UNTUK 25 ORANG
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. ditunggu kehadirannya.
Terimakasih.

Salam Budaya