Menggambar Kenangan Lewat Lukisan
Dari Masa Lalu untuk Masa Depan Indonesia
Lontara Project Goes to The Netherlands Part III – Berziarah ke Makam Matthes
Lontara Project Goes to The Netherlands Part II – Ketika Batara Guru Turun di KBRI Den Haag
Lontara Project Goes to The Netherlands Part I – Menyapa NBG 188 dan NBG 189
Senrijawa dan Ale Luwu
Cerita Silat Bersambung “Lompat Kiri Tampar Kanan” Episode IX – Tutup
Selamat! 20 Orang Terpilih Menjadi Panitia Heritage Camp 2014
Epic Java: Mengemas Jawa dalam Sebuah Epik
Ketradisionalan Dalam Aksara Tradisional

Dalam rangka merayakan World Heritage Day (WHD) 2014 yang jatuh pada tanggal 18 April, Lontara Project bekerja sama dengan BEM FIB UI dan Komunitas Tari Ayu Bulan mengangkat tema Kenali Intangible Heritage Lebih Jauh dengan mendukung kampanye 9 Tari Tradisi Bali untuk diinskripsi UNESCO dalam Daftar Representatif ...

Read More

Sore itu, mungkin jadi salah satu sore yang paling sibuk di Makassar. Padatnya arus lalu lintas di setiap ruas-ruas jalan, membuat saya harus berkonsentrasi penuh mengemudikan motor di antara berpuluh-puluh jenis kendaraan lainnya. Namun kami sudah mengatur jadwal, akan bertemu dengan Seorang Pelukis Tanah Liat, bahkan ...

Read More

Kali ini Lontara Project Chapter Makassar bekerjasama dengan Museum Kota mengagas sebuah acara bertemakan jaman dulu untuk dinikmati seluruh warga yang tinggal di sekitar kota Makassar. Dibantu oleh beberapa komunitas lain, WHD Makassar akan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2014, bertempat di Museum Kota Makassar. Bagi ...

Read More

Sejak ratusan tahun lalu, suku-suku di Nusantara telah bersinggungan dengan bangsa Belanda, yang telah memberi mereka sentuhan dengan perkembangan modern. Dampak revolusi industri, Perang Dunia I dan Perang Dunia II juga telah ikut mempengaruhi suku-suku bangsa di Nusantara berkat hubungan dengan bangsa Belanda. Namun kemudian revolusi ...

Read More

Sabtu, 21 Desember 2013 Agenda tim Lontara Project pada hari kelima adalah berziarah ke makam Benjamin Franklin Matthes di Den Haag. Hari itu pukul 11.00 pagi tim Lontara Project ditemani dengan Prof. Sirtjo Koolhof, ibu Betty Litamahuputty (peneliti berdarah Belanda-Mamasa-Jawa-Maluku), dan Sunarti Tutu (seorang warga Indonesia ...

Read More