Setelah launching tanggal 31 Desember 2011 kemarin, banyak yang bertanya-tanya kepada Team Lontara Project: “gimana sih cara berpartisipasi dalam proyek ini?”. Sebenarnya simple, cukup dengan menceritakan dan mengabarkan La Galigo sebagai national heritage bangsa Indonesia kepada orang tua, saudara, paman, bibi, sepupu, keponakan, kakek, nenek, tetangga, dan teman-teman dimana saja, kalian sudah tergolong berpartisipasi dalam proyek kami.

Apalagi jika kalian menarik perhatian masyarakat luas dengan menggunakan kaos-kaos Lontara Project (WARNING: ini bukan bagian dari usaha mencari duit bagi kami!), memutar musik-musik hasil kreatifitas Team La Galigo Music Project, atau dengan share link artikel-artikel di web ini ke facebook atau twitter kamu. Nah, satu terobosan lagi yang dapat kamu lakukan adalah: Mengirimkan foto kepada kami!

Foto? Yup! Bagi kalian yang suka mengekspresikan diri di depan kamera, ayo tunjukkan dukungan kepada Lontara Project melalui foto diri kalian! Tag atau mention kami via facebook dan twitter foto-foto kalian yang sedang memegang kertas bertuliskan “I UPS! LA GALIGO” atau “I PRESERVE LA GALIGO” dengan keterangan berisi nama, asal daerah, dan testimoni  mengenai La Galigo atau Lontara Project di judul fotonya. Setiap minggunya kami akan memajang foto-foto dan testimoni kalian di web ini 🙂 Gampangkan? Dengan menyatakan dukungan lewat foto dan testimoni, kalian telah membantu menyelamatkan epos terpanjang di dunia!

Berikut ini beberapa foto dari teman-teman kamu yang sudah duluan ikut di dalam kegiatan “I UPS! LA GALIGO”.

Noor Ridha Widiyani, Bandung.

 “Pas pertama dengar La Galigo ini masih bingung tapi amaze betapa banyaknya budaya asli yang belum dikenal oleh anak-anak muda. Jadi aku dukung proyek ini 100%. Semoga La Galigo ini jadi stepping stone untuk program-program budaya lain dengan pasar anak muda. Lontara Project, count me in :D”

Cynthia Masitha, Jakarta.

 “Aku udah pernah dengar tentang La galigo sebelumnya tetapi masih jarang banget aku dengar ada gerakan anak muda yang mengembangkan kecintaan pada La Galigo ini. Makanya, waktu diajak dukung program ini, aku setuju banget! Kapan lagi kita bisa mencintai kebudayaan sendiri kalo gak dimulai dari sekarang?”

Santrio Basri, Palembang.

 “Indonesia is great. Bukan saatnya lagi generasi muda hanya tau bahwa banyak “harta karun” (warisan leluhur) kita yang ditinggalkan, tetapi juga harus membuat suatu perubahan dan meningkatkan kesadaran akan hal ini. Come on, guys! We definitely need to wake up! Do something!”

Kami menunggu partisipasi Anda 🙂 Sedikit narsis untuk menyelamatkan kekayaan budaya Indonesia!

Published by Louie Buana

Alumni Universitas Gadjah Mada yang sedang melanjutkan studinya di Universiteit Leiden, Belanda. Pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika Serikat selama setahun di bawah program AFS Youth Exchange & Study (YES). Penulis novel "The Extraordinary Cases of Detective Buran" ini memiliki hobi jalan-jalan, membaca buku, dan karaoke. Find out more about him personal blog.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *