Cerita Silat Bersambung

Rubrik tentang cerita silat bersambung. Oleh Raka Siga Prasmadji.

Bab VI: Titik Zen “Tadi Mas Ka ngajarin aku aplikasi gerakan-gerakan yang waktu itu aku tunjukkin Papa.” Gua menjawab (masih sembari mengunyah). “Hmmm, Oke. Nanti habis makan Papa mau lihat.” Ayah gua melanjutkan makannya. Beberapa menit kemudian, setelah gua dan adik gua membereskan meja makan, Ayah ...

Read More

Bab V: Penantian Sambut   Setelah 9 bulan berlatih, gua merasa bisa banyak. Langkah 1 sudah lancar, jurus-jurus sudah hapal dan gerakan mulai terlihat bagus. Arahan-arahan dari Mas Ka sudah mulai bisa diikuti dengan baik, dan set latihan mulai bisa dikuasai Suatu saat selesai latihan, gua ...

Read More

Bab IV:  Gedik! Tak terasa gua sudah 8 bulan berlatih bersama Mas Ka. Setiap latihan set latihan berubah, mereka menjadi lebih menantang, dan lebih banyak yang harus gua lakukan. Tetapi memang Mas Ka yang luar biasa, setiap latihan walaupun mungkin mengulang hal yang sama lagi dan ...

Read More

Bab II: Latihan Latihan bersama Mas Ka itu kerap kali di sore menjelang malam. Kebanyakan perguruan Silat Tradisional akan mulai berlatih sore pada saat matahari terbenam, atau selesai Sholat Maghrib. Kenapa begini? Sejarahnya adalah, ketika Nusantara ini masih dijajah Belanda, pemerintahan Belanda melarang penduduk untuk berlatih ...

Read More

Putra terduduk lunglai di matras merah. Keringatnya bercucuran, nafasnya terengah-engah, ia nampak frustasi. Di depannya berdiri seorang pria berkulit kuning langsat, berpakaian hitam-hitam, dengan ikat kepala khas Jawa, terkekeh-kekeh sambil memegangi perut besarnya yang tertutup ikatan kain putih yang berfungsi sebagai sabuk. “He he he he… ...

Read More