Muhammad Ulil Ahsan (Wajo), "Great job for Lontara Project!"
Rahmat Dwi Putranto (Depok), "Keep spirit up!"
Muh. Alif Chaeran (Makassar)
Anggita Paramesti (Yogyakarta), "Mencintai budaya Indonesia tanpa pandang bulu. Meskipun ayah saya dari Kulon Progo dan saya tinggal di Bantul, I UPS! LA GALIGO!"
Andrew Alexander (Makassar)
M. Fajrin (Mandar), "Ayo! Kembali ke kampung halaman!"
Ocha Laparembai (Pinrang), "Semangat Pemuda!"
Muhammad Sofyan (Wajo), "Senang bisa bertemu teman sekampung. Ewako!"
Randy Taufik (Yogya)
Rani (Makassar) dan Hijrah (Padang), "Ewako!", "Lestari!"
Muhammad Yusuf (Jakarta), "Lontara Project Asik..."
Cula, Hamham, dan Hilman (Yogya), "Lontara Project! Sebuah bukti bahwa anakl muda itu peduli! Apa yang akan mati harus diselamatkan dan apa yang mati harus dihidupkan kembali. Tapi apa harus menunggu mati? Lontara Project adalah proyek percontohan konservasi budaya oleh anak muda. Setelah ini akan banyak lagi mereka, yang mengonservasi budaya mereka sendiri! What a fight! Sukses!"

Published by Louie Buana

Alumni Universitas Gadjah Mada yang sedang melanjutkan studinya di Universiteit Leiden, Belanda. Pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika Serikat selama setahun di bawah program AFS Youth Exchange & Study (YES). Penulis novel "The Extraordinary Cases of Detective Buran" ini memiliki hobi jalan-jalan, membaca buku, dan karaoke. Find out more about him personal blog.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *