About Us

“The Nahkodas” (Founder Lontara Project)
 

Tim Dibalik Lontara Project

Setia Negara B. Tjaru – Maharani Budi – Fitria Sudirman – Louie Buana

We are promoting La Galigo, the largest written oral tradition in the world, to youth outside of Sulawesi Island as well as raising awareness and improving understanding of Indonesians toward heritage, culture, and local wisdom in South Sulawesi and Indonesia in general.

La Galigo for Nusantara (Lontara Project) adalah proyek konservasi kreatif budaya Indonesia yang secara khusus fokus pada promosi dan pelestarian La Galigo dan budaya lokal Indonesia secara umum. Digarap oleh 4 anak muda asal Sulawesi Selatan yang sedang berdiaspora di daerah Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, kami berharap gerakan budaya ini dapat berkembang dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya budaya Indonesia. Dengan mengusung tema “konservasi kreatif”, kami berupaya memperkenalkan budaya Indonesia dalam bentuk yang lebih familiar dan youth-friendly di kalangan pemuda. Bersenjatakan kreativitas, media sosial, serta semangat untuk perubahan, kami mengundang generasi muda untuk bergabung bersama kami.

Our Logo & Description
lontaraprojectlogo
 Logo kami terinspirasi dari konsep “Sulapaq Eppaq Walasuji” dan huruf “G” pada “La Galigo“. Sulapaq Eppaq Walasuji ialah pandangan mitologis masyarakat Bugis kuno bahwa makrokosmos ini merupakan “segiempat belah ketupat”. Demikian pula dengan mikrokosmos pada manusia (Sulapaq Eppaqna Taue) yang disimbolkan oleh segi empat tubuh manusia: kepala, badan, tangan dan kaki. Konsep Sulapaq Eppaq Walasuji pernah digunakan sebagai dasar pembentukan aksara-aksara Lontaraq modern. Sekarang kami kembali menggunakannya untuk mengonservasi La Galigo di tengah era globalisasi dengan bentuk yang baru namun lebih dinamis dan fleksibel, tanpa kehilangan unsur tradisionalnya.